Selasa, 13 Oktober 2009

Buah Kapul


Waktu saya dapatkan pohon kapul ini di Batuah Kutai Kartanegara, saya hanya tercenggang-cenggang. Karena saya baru dengar nama buah kapul ini. Langsung saya buka notebook saya dan saya searching. Alhamdulillah saya dapatkan informasi dan foto buah kapul di blognya pak Reza http://riza6315.multiply.com/photos/album/19/Kampung_Buah_-_Dayak_Meratus#15#photo=12

Saya semakin tertarik dengan buah kapul ini...
Buah kapul ini termasuk buah yang langka, buah kapul ini hidup dipedalaman kalimantan.
Bentuk dan warna buah kapul kulitnya sangat mirip sawo, ketika dibuka, daging buahnya terlihat seperti manggis, putih dan bertampuk-tampuk. Rasanya, sangat legit layaknya perpaduan rasa buah rambutan dan rambai.

Ada pula jenis kapul ceriak yang bentuknya sangat mirip anggur. Bahkan rasanya lebih manis dari anggur.

Buah kapul ini sudah semakin sulit menemukkannya, lagi-lagi penebangan hutan dan penambangan batubara besar-besaran telah menggusur dan menghabiskan tanaman ini. Kembali saya bertanya, siapa yang peduli dengan keanekaragaman buah di negeri tercinta ini ?
Semoga buah ini tetap lestari dan anak cucu kita kelak masih bisa merasakan nikmatnya buah-buahan ini.

Jumat, 09 Oktober 2009

Lahong si Durian Merah (Durio dulcis)

(Buah Lahong berwarna merah : sumber foto trubus)

Durian Lahong ini sungguh unik. Selain bunganya berwarna merah, kulit buahnya juga berwarna merah hingga merah tua.

Durian Lahong ini berbeda dengan kerabatnya Durian merah "Lay (Durio graveolens)", Walaupun buah lay (terutama lay rencong) buahnya berwarna merah, tetapi kulit buahnya tidak merah. Durian Lahong ini kulit buahnya juga tak terbelah meski buah masak telah jatuh dari pohon.

Durian ini di Kalimantan Timur sudah sangat langka, tanaman2 lahong yang ada sudah mulai tergusur penggundulan hutan dan penambangan batubara. Yang bikin sedih beberapa tanaman terakhir di Kabupaten Kutai Kartanegara oleh penduduk ditebang untuk dijual kayunya. (sedih rasanya..kalau memungkinkan pengin rasanya pindahkan pohon-pohon besar tersebut ke kebun).
Saya belum melihat upaya pemerintah daerah untuk melestarikan tanaman Lahong ini.

Sangat sulit medapatkan bibit tanaman ini, 4 bulan saya minta tolong dicarikan penduduk setempat bibit Lahong ini. Alhamdulillah bulan romadhan 1430 kemarin menjelang idul Fitri, saya bisa mendapatkannya dari seorang teman di Agrowisata Batuah Kabupaten Kutai Kartanegara. Bahagia betul rasanya, ini hadiah lebaran yg sangat indah sebuah pohon Lahong walaupun bibitnya dari biji.

Buah Lahong ini kabarnya kurang diminati orang karena baunya yang sangat menusuk. Tetapi Pohon ini merupakan kekayaan alam endemik Pulau kalimantan.
Siapa tahu nanti anak saya yg dijurusan biologi bisa kawinkan Lahong ini dengan durian lain sehingga keluar jenis durian dengan kulit luar dan buah berwarna merah serta beraroma lembut. (Subhanallah)

Sungguh..sungguh saya sangat kawatir kalau nanti ternyata Thailan-thailan lagi yang bisa memanfaatkan dan mempopulerkan lahong ini.