Kamis, 05 November 2015

Berkebun Jambu Air

Jambu air di Indonesia ternyata banyak varietasnya. Tetapi sayang karena pemeliharaan yang kurang intensif jambu-jambu tersebut belum bisa mengisi supermarket2 di Indonesia.
Jambu air Indonesia dijual di pasar tradisional dan lebih banyak dikonsumsi untuk rujak. Jambu di supermarket lagi-lagi dikuasai oleh jambu Thong sam sie dari Thailand.
Saat ini teman-teman penggemar jambu sudah mulai mengembangkan jambu-jambu unggul mulai menguasai pasar swalayan. Mulai dari Jambu Madu Deli Hijau (Jambu MDH) yang dikembangkan oleh pak Sunardi di Binjai. Jambu Thailand Super green (TSG) yang dikembangkan oleh  pak Sunardi dan Bayu Sidhi hingga jambu Thong sam Sie dan Bajang Leang.

                            Belajar Mengebunkan Jambu Bersama Pak Sunardi dan Pak Bayu Sidhi.


Belajar dari beliau saat ini saya sedang kebunkan dan kembangkan beberapa jenis jambu unggul. Dimulai jambu madu deli hijau yang cepat berbuah hingga jambu Bajang Leang yang saat ini sedang dalam proses pembibitan Juga jambu-jambu Lokal Unggul (Kingrose, Cincalo, dll.


                                      Jambu-jambu Unggul yang sudah berbuah dan dipanen

Jambu ini sesuai dikembangkan di dataran rendah, tetapi masih adaptif di Bandung di Ketinggian 750 mdpl.


Kenapa menanam Jambu Air ?

1. Jambu air bisa panen relatif lebih singkat (jambu air okulasi bisa panen usia 2 tahun)
2. Mudah untuk membibitkannya
3. Harga buah jambu relatif stabil karena tidak tergantung musim
4. Bisa diatur kapan waktu pembuahannya
5. Pasar jambu unggul di swalayan masih terbuka lebar karena pasokan jambu unggul masih sedikit (masih tergantung import)

Bismillah, semoga berkah dan bisa berkembang jambu-jambu unggul di negeri ini.

Jumat, 25 Januari 2013

Komunitas Durian Mania

Ternyata komunitas penggemar durian di Indonesia itu eksis..
Sehari saja tidak membuka FB di groups Mania Durian sudah banyak ketinggalan informasi.

Di Durian Mania ini berkumpul para penggemar durian baik sebagai penikmat buah durian, hobiis pengumpul tanaman/ koleksi tanaman durian, penyedia bibit durian, pengamat durian, kuliner aneka masakan durian, ilmuwan (sebentar lagi Doktor ahli durian), hingga pebisnis buah durian/ suplier buah durian ke supermarket.


 (Acara kumpul durain Mania diliput salah satu media TV)

Di Komunitas durian ini kita bisa tahu informasi berbagai jenis varietas durian2 unggul di Indonesia. Setiap hari kita sampai "ngilerrr" lihat durian2 enak dari berbagai daerah diposting oleh para anggota.



(sebagian jenis durian unggul. Foto milik pak Nody)

Saya sebagai kolektor tanaman buah sampai pusing....begitu banyaknya jenis durian unggul di negeri kita ini. Pusingnya mikirin mau ditanam dimana ??? durian2 tsb. Akhirnya yang penting kumpulkan dulu koleksi aneka durian unggul di kebun sambil berdoa semoga ada lahan untuk menanamnya nanti.

Ada seorang rekan kolektor bibit durian yg sudah memiliki 30 jenis durian, bahkan di kebun percobaan Balitbu di Subang ada sekitar 150 jenis bibit durian unggul. Dan masih banyak lagi durian-durian unggul dengan rasa, warna, ketebalan yang mantap-mantap yg setiap hari berseliweran di posting teman-teman Mania durian.

(Koleksi bibit durian milik Pak Puji Purnama. Foto oleh Pak Puji Purnama)

Kegiatan yang menarik kalau kita bisa kumpul makan durian bersama, bisa seharian kita ngobrol tentang durian. baik dari jenis dan keunggulan masing-masing durian hingga bagaimana cara pengembangan durian di Indonesia.
(kumpul dan belajar durian di kebun percobaan Balitbu Subang)

Banyak ilmu yang didapat berkumpul bersama komunitas durian ini. Ilmu "durianologi" (he he ini hanya istilah saya saja) terus berkembang.
Dimulai dari pengenalan berbagai jenis durian, berbagai cara untuk membiakkan baik generatif maupun vegetatif sampai upaya untuk pelestarian dan pengembangan varietas2 baru agar mendapatkan durian unggulan.
Bahkan ada ilmu gunakan teknologi DNA untuk pengembangan dan menghasilkan varietas durian baru dimasa mendatang. (ilmu ini sedang digunakan oleh Pak Panca Jarot untuk program S3 nya).

Alhamdulillah saya bersyukur bisa bertemu dengan teman2 di komunitas durian ini.
Semula saya agak pesimis dengan pengembangan durian di Indonesia ini. Durian di Indonesia masih dijajah oleh Durian Monthong/ durian import. Sampai timbul pertanyaaan siapa yang peduli dengan durian lokal ???
Dengan bergabungnya dengan komunitas pencinta durian, semangat baru terus bertambah. Saya semakin Optimis dan yakin suatu saat durian lokal kita akan merajai pasar dunia. Karena kita memiliki sumberdaya berbagai jenis durian unggul dan yang penting saya punya teman-teman yang selalu sharing untuk pengembangan durian unggul.

Selamat bergabung di Komunitas Durian Mania.
Click http://www.facebook.com/groups/273026756134699/327353947368646/?notif_t=group_activity





Selasa, 12 Juni 2012

Pensiun nanti mau apa ya ?

Ternyata  kegiatan berkebun menjadi kegiatan yang menarik bagi sebagian besar temen-teman kalau nanti sudah pensiun.
Kegiatan berkebun memang menentramkan hati dan akan membahagiakan di usia tua nanti.
Tetapi masalahnya kapan harus dimulai berkebunnya ?
Kalau yang mau ditanam adalah tanaman buah-buahan, tentunya harus disiapkan minimal 5-7 tahun sebelum pensiun.

Sangat repot sekali kalau menanam buah-buahan baru setelah pensiun. Di saat tenaga kita sudah terbatas kita masih harus tanam-tanam, belum lagi masih harus menunggu 5 tahun lagi tanaman berbuah.

Bagi temen-teman yang sebentar lagi pensiun, atau masih 10 tahun lagi pensiun. Saran saya, Tanam pohonnya sekarang juga.
Agar pada saat usia pensiun tanamannya sudah berbuah dan kita tinggal menikmati hasilnya.

Terbayang di usia pensiun, kita ajak jalan-jalan anak, cucu dan menantu untuk memetik dan menikmati buah hasil kebun sendiri.
Terbayang juga di hari lebaran anak, cucu dan mantu juga besan bisa berkumpul di rumah yg penuh dengan aneka buah-buahan.

Kita bisa ajari anak-anak dan cucu kita tentang berbagai jenis tanaman dan plasma nutfah di kebun kita.

Semoga di usia pensiun kita nanti, kita bisa menikmati hidup kita dengan investasi hijau yg sudah kita tanam saat ini.





Selasa, 15 November 2011

Vertikultur dengan Kaleng Bekas


Berkebun sayur di kota di lahan yg terbatas tidak masalah...

Gunakan kaleng-kaleng bekas cat 5 kg dan lubangi bagian bawah dan sampingnya.
Isi kaleng dengan media tanah, pupuk kandang/pupuk kompos dan sekam perbandingannya 1:1:1.
Masukkan bibit sayur di bagian samping.
Ajaib... bibit akan tumbuh ke samping dan usia 1-2 bulan kita sudah bisa panen.

Ternyata, setelah 2 minggu vertikultur kita sudah menampakkan hasil dan usia 1,5 bulan akan tumbuh daun yang lebat. (Ini contoh untuk tanaman slada merah dan hijau)
Wah...sayur slada yg indah bisa dijadikan hiasan di halaman rumah.

Rak vertikultur dari kaleng ini juga akan mengurangi limbah kaleng-kaleng. Media tanaman dari kompos rumah tangga akan membantu mengurangi sampah organik di rumah.
Panen langsung dari halaman rumah lebih segar dan dijamin lebih sehat karena berkebunnya organik.
Selamat mencoba.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Warga Kota Berkebun (Urban Farming)

“Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat.” (Q.S An-Naba’ 14-16).


Pagi ini di bulan Romadlan, ada kesempatan untuk ajak anak-anak dan warga kompleks Bumi Asri tempat saya tinggal untuk menengok kebun, merawat dan mem
anen sayur yg telah mereka tanam sebulan yang lalu.

Bahagia sekali anak-anak berkebun. Banyak sekali pengalaman baru yang mer
eka dapatkan. Selama ini anak-anak sangat kurang sekali interaksinya dengan alam, sehingga waktu mereka bersentuhan dengan tanah, bibit dan memanen sayur itu merupakan pengalaman yg sangat berharga bagi mereka.

Betapa terkagum kagum nya anak-anak melihat proses pertumbuhan sayuran pakcoy, bayam dan kangkung yg dalam waktu 4 minggu sudah bisa dipanen. Dan begitu antusiasnya anak-anak mencabuti gulma agar pertumbuhan sayuran tida
k terganggu.

Dalam kegiatan ini. saya hanya berharap anak-anak bisa mencintai tanaman dan lebih menghargai para petani yg sudah susah payah merawat tanaman-tanaman yg kita konsumsi.


Tidak lupa saya berharap, anak-anak lebih dekat kepada sang Pencipta yang telah anugerahkan kemurahan alam ini kepada kita semua.

Ayo anak-anakku semangat berkebun, kita tanam biji-bijian dan kita tumbuhkan tanaman di negeri kita tercinta ini.



Sabtu, 07 Mei 2011

Berkebun untuk kurangi Emisi Karbon

Seminggu kemarin kampusku begitu semarak dengan spanduk-spaduk pencanangan "Low Carbon City". Spanduk-spanduk tersebut adalah ajakan para Mahasiswa Jurusan Perencaan Wilayah dan Kota ITENAS beserta para dosen kepada seluruh komponen masyarakat untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan pengembangan wilayah dan Kota dengan emisi karbon rendah.


(Seminar Low carbon City di Institut teknologi Nasional/ITENAS Bandung)

(Kegiatan Penghijauan oleh mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ITENAS)


Kami sadar, bahwa aktifitas yang kita lakukan selama ini telah ikut menyumbang emisi karbon dan telah memberikan dampak pada pemanasan global. Produksi carbon terus-menerus kita lakukan baik untuk bernafas, mengkonsumsi listrik, menggunakan alat transportasi juga menggunakan hasil-hasil produksi.

sebagai contoh, diperkirakan :

  • Penggunaan listrik di rumah sebesar 10 kWh perbulan telah memproduksi 10 kg CO2
  • Berkendaraan menggunakan mobil sejauh 1 km akan memproduksi 200 gr CO2
  • Bernafas normal akan menghasilkan 36,92 gr CO2/jam
Emisi karbon ini telah menyumbang terhadap efek rumah kaca, yang diperkirakan saat ini telah menaikkan suhu permukaan bumi rata-rata sebesar 1°C sejak awal revolusi industri dan kenaikan akan mencapai 2°C pada pertengahan abad ini jika tidak ada langkah-langkah drastis yang diambil untuk mengurangi laju pertambahan emisi gas rumah kaca di atmosfer.

Pemanasan global akan berujung pada perubahan iklim yang menyebabkan berubahnya faktor-faktor iklim, seperti curah hujan, penguapan dan temperatur. Perubahan-perubahan ini juga akan memacu terjadinya bencana lingkungan yang terkait dengan faktor-faktor iklim seperti bencana banjir, peningkatan permukaan air laut, el nino, el nina dsb.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon ?
yang sangat penting adalah kita mengurangi pemborosan-pemborosan energi (hemat listrik, bensin dll) dan kurangi aktifitas-aktifitas yang memproduksi karbon tinggi (kurangi buang sampah, kurangi pengunaan kertas dll).

Bagi hobiis berkebun, tentunya kita akan lebih semangat untuk menanam pohon. Menanam pohon keras diperkirakan akan mengurangi emisi gas CO2 sebesar 129, 92 Kg/Ha/Jam.

Gas karbon ini akan dirubah oleh tanaman menjadi oksigen dan massa tumbuhan apakah itu kayu buah dll pada saat proses fotosintetis.

Trimakasih banyak tanaman-tanamanku, ternyata engkau tidak cuma memberikan manfaat buah, bunga dan keindahan. Ternyata engkau juga telah membantu menyejukkan kota dan mengurangi efek pemanasan global.









Selasa, 22 Maret 2011

Investasi Hijau

Apa maksudnya investasi hijau ?

"Green Investment Fund"/ Investasi hijau diartikan sebagai investasi yang mendukung environmental stewardship (penjagaan lingkungan), perlindungan konsumen, keanekaragaman hayati dan keadilan.


Kebetulan ada teman dari kehutanan yang mengajak saya menanam sengon dan jabon. Alhamdulillah dengan modal yang saya miliki saya ikut berinvestasi sambil mendukung lingkungan dengan menanam 6.000 pohon sengon di lahan 2 Hektar di Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang.


Puluhan/ratusan Hektar lahan Terlantar di Kec. Sagalaherang Subang
(Sumber : Dokumen pribadi)

Awal mulanya cuma diajak jalan-jalan cari pohon, tetapi setelah melihat ada puluhan hektar lahan nganggur dan kritis juga kesempatan untuk bisa menanam pohon. Akhirnya saya bulatkan niat saya untuk investasi hijau dengan menanam pohon Sengon dan jabon.

Petani menanam Sengon di Kec Sagalaherang Subang
Sumber : Foto pribadi


Cukup prihatin dengan tanah-tanah terlantar yang dibiarkan saja oleh pemiliknya. Alasannya pemilik lahan/para petani disana tidak memiliki modal untuk menanam tanaman sengon. Karena cukup lumayan investasinya. Diperlukan Rp 30 juta/ Ha lahan per 5 tahun untuk 3000 pohon sengon/ha (Jarak tanam 2x2).


Pohon Jabon Tumbuh Subur di Sagalaherang
Sumber : Foto Pribadi



Perhitungan dari para ahli kehutanan (lihat www.rajasengon.com dan situs-situs lainnya ttg Sengon) diperkirakan dalam 5 tahun pohon sengon sudah bisa dipanen.

Penerimaannya pada tahun ke 3 dari penjarangan Rp 50 juta.
Penerimaan pada tahun ke 4 dari penjarangan Rp 88 juta
dan pada tahun ke 5 panen sesungguhnya akan dihasilkan Rp 495 juta.

(Sumber : http://www.rajasengon.com/index.php/beranda/42-raja-sengon/110-perhitungan-labarugi-budidaya-sengon-per-1-hektare.html).

Cukup fantastis keuntungannya...
Pasar Kayu Sengon cukup luas, biasa digunakan untuk bekisting bangunan, untuk pengepakan kiriman barang, kayu lapis dll.

Yang lebih bikin semangat bagi saya yaitu telah diberi kesempatan untuk menanam, merawat, menyaksikan pertumbuhan Sengon yang cepat tumbuh besar dan menghijaukan lahan-lahan terlantar.

Sangat bersyukur, bisa mengajak para pemilik tanah terlantar untuk ikut menghijaukan bumi ini. Bersyukur lagi kalau bisa mengajak orang-orang yang punya duit untuk ikut berinvestasi sambil menghijaukan lahan-lahan terlantar.

Semoga Allah Ridlo, dan Allah berikan berkah dan rahmat Nya bagi orang-orang yang ikhlas berinvestasi hijau dan melestarikan bumi.