Selasa, 22 Maret 2011

Investasi Hijau

Apa maksudnya investasi hijau ?

"Green Investment Fund"/ Investasi hijau diartikan sebagai investasi yang mendukung environmental stewardship (penjagaan lingkungan), perlindungan konsumen, keanekaragaman hayati dan keadilan.


Kebetulan ada teman dari kehutanan yang mengajak saya menanam sengon dan jabon. Alhamdulillah dengan modal yang saya miliki saya ikut berinvestasi sambil mendukung lingkungan dengan menanam 6.000 pohon sengon di lahan 2 Hektar di Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang.


Puluhan/ratusan Hektar lahan Terlantar di Kec. Sagalaherang Subang
(Sumber : Dokumen pribadi)

Awal mulanya cuma diajak jalan-jalan cari pohon, tetapi setelah melihat ada puluhan hektar lahan nganggur dan kritis juga kesempatan untuk bisa menanam pohon. Akhirnya saya bulatkan niat saya untuk investasi hijau dengan menanam pohon Sengon dan jabon.

Petani menanam Sengon di Kec Sagalaherang Subang
Sumber : Foto pribadi


Cukup prihatin dengan tanah-tanah terlantar yang dibiarkan saja oleh pemiliknya. Alasannya pemilik lahan/para petani disana tidak memiliki modal untuk menanam tanaman sengon. Karena cukup lumayan investasinya. Diperlukan Rp 30 juta/ Ha lahan per 5 tahun untuk 3000 pohon sengon/ha (Jarak tanam 2x2).


Pohon Jabon Tumbuh Subur di Sagalaherang
Sumber : Foto Pribadi



Perhitungan dari para ahli kehutanan (lihat www.rajasengon.com dan situs-situs lainnya ttg Sengon) diperkirakan dalam 5 tahun pohon sengon sudah bisa dipanen.

Penerimaannya pada tahun ke 3 dari penjarangan Rp 50 juta.
Penerimaan pada tahun ke 4 dari penjarangan Rp 88 juta
dan pada tahun ke 5 panen sesungguhnya akan dihasilkan Rp 495 juta.

(Sumber : http://www.rajasengon.com/index.php/beranda/42-raja-sengon/110-perhitungan-labarugi-budidaya-sengon-per-1-hektare.html).

Cukup fantastis keuntungannya...
Pasar Kayu Sengon cukup luas, biasa digunakan untuk bekisting bangunan, untuk pengepakan kiriman barang, kayu lapis dll.

Yang lebih bikin semangat bagi saya yaitu telah diberi kesempatan untuk menanam, merawat, menyaksikan pertumbuhan Sengon yang cepat tumbuh besar dan menghijaukan lahan-lahan terlantar.

Sangat bersyukur, bisa mengajak para pemilik tanah terlantar untuk ikut menghijaukan bumi ini. Bersyukur lagi kalau bisa mengajak orang-orang yang punya duit untuk ikut berinvestasi sambil menghijaukan lahan-lahan terlantar.

Semoga Allah Ridlo, dan Allah berikan berkah dan rahmat Nya bagi orang-orang yang ikhlas berinvestasi hijau dan melestarikan bumi.

Senin, 21 Maret 2011

Berkebun Sayur di Halaman




Alhamdulillah, pertama kali panen kangkung darat, selada, bayam merah dan pakcoy.
Ternyata berkebun sayur di halaman mengasyikkan dan tidak sesulit yang saya bayangkan.

Berkebun kangkung darat dan bayam sudah bisa panen 21-30 hari. Untuk Pakcoy dan selada hanya perlu waktu 2 bulan sudah panen.

Panen kangkung Darat 21 Hari
(Sumber : Dokumen pribadi)

Untuk berkebun di halaman juga tidak memerlukan halaman yang luas. Dengan teknik Vertikulture/ membuat Rak bertingkat, kita bisa menanam berbagai macam sayuran di halaman.



Verticulture : Rak Tanaman Sayur
(Dokumen Pribadi)

Jangan kawatir keindahan halaman rumah berkurang, karena tanaman selada air, kangkung dan bayam merah memiliki keindahan tersendiri. Apabila bisa memadukan/ mengkombinasikan maka halaman rumah akan Asri dan dihiasi warna warni tanaman sayuran.

Kunci suksesnya adalah media diberi pupuk kandang yang cukup dan diberi pupuk organik cair seminggu sekali. Agar tumbuh lebih subur bisa disemprot dengan pupuk organik cair daun-daunnya. Selanjutnya serahkan semua pada Allah. Insya Allah kita bisa memanennya setiap saat dan dalam kondisi segar karena diambil langsung di halaman.

Bibit-bibit sayuran mudah didapatkan di toko-toko pertanian, dengan harga yg relatif murah.
Sebagai contoh harga bibit kangkung darat Rp 6000,- untuk 1500 butir.

Gunakan pupuk-pupuk organik dan hindarkan menggunakan pestisida karena ini akan kita konsumsi langsung.

Selamat mencoba.