Sabtu, 07 Mei 2011

Berkebun untuk kurangi Emisi Karbon

Seminggu kemarin kampusku begitu semarak dengan spanduk-spaduk pencanangan "Low Carbon City". Spanduk-spanduk tersebut adalah ajakan para Mahasiswa Jurusan Perencaan Wilayah dan Kota ITENAS beserta para dosen kepada seluruh komponen masyarakat untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan pengembangan wilayah dan Kota dengan emisi karbon rendah.


(Seminar Low carbon City di Institut teknologi Nasional/ITENAS Bandung)

(Kegiatan Penghijauan oleh mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ITENAS)


Kami sadar, bahwa aktifitas yang kita lakukan selama ini telah ikut menyumbang emisi karbon dan telah memberikan dampak pada pemanasan global. Produksi carbon terus-menerus kita lakukan baik untuk bernafas, mengkonsumsi listrik, menggunakan alat transportasi juga menggunakan hasil-hasil produksi.

sebagai contoh, diperkirakan :

  • Penggunaan listrik di rumah sebesar 10 kWh perbulan telah memproduksi 10 kg CO2
  • Berkendaraan menggunakan mobil sejauh 1 km akan memproduksi 200 gr CO2
  • Bernafas normal akan menghasilkan 36,92 gr CO2/jam
Emisi karbon ini telah menyumbang terhadap efek rumah kaca, yang diperkirakan saat ini telah menaikkan suhu permukaan bumi rata-rata sebesar 1°C sejak awal revolusi industri dan kenaikan akan mencapai 2°C pada pertengahan abad ini jika tidak ada langkah-langkah drastis yang diambil untuk mengurangi laju pertambahan emisi gas rumah kaca di atmosfer.

Pemanasan global akan berujung pada perubahan iklim yang menyebabkan berubahnya faktor-faktor iklim, seperti curah hujan, penguapan dan temperatur. Perubahan-perubahan ini juga akan memacu terjadinya bencana lingkungan yang terkait dengan faktor-faktor iklim seperti bencana banjir, peningkatan permukaan air laut, el nino, el nina dsb.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon ?
yang sangat penting adalah kita mengurangi pemborosan-pemborosan energi (hemat listrik, bensin dll) dan kurangi aktifitas-aktifitas yang memproduksi karbon tinggi (kurangi buang sampah, kurangi pengunaan kertas dll).

Bagi hobiis berkebun, tentunya kita akan lebih semangat untuk menanam pohon. Menanam pohon keras diperkirakan akan mengurangi emisi gas CO2 sebesar 129, 92 Kg/Ha/Jam.

Gas karbon ini akan dirubah oleh tanaman menjadi oksigen dan massa tumbuhan apakah itu kayu buah dll pada saat proses fotosintetis.

Trimakasih banyak tanaman-tanamanku, ternyata engkau tidak cuma memberikan manfaat buah, bunga dan keindahan. Ternyata engkau juga telah membantu menyejukkan kota dan mengurangi efek pemanasan global.









2 komentar:

Nina mengatakan...

wah mau dong berkebun ..:)
www.dateingsites.com.au

Akhmad mengatakan...

@nina : ayo berkebun. berkebun itu mudah, menyenagkan dan menyehatkan.