Sabtu, 20 Agustus 2011

Warga Kota Berkebun (Urban Farming)

“Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat.” (Q.S An-Naba’ 14-16).


Pagi ini di bulan Romadlan, ada kesempatan untuk ajak anak-anak dan warga kompleks Bumi Asri tempat saya tinggal untuk menengok kebun, merawat dan mem
anen sayur yg telah mereka tanam sebulan yang lalu.

Bahagia sekali anak-anak berkebun. Banyak sekali pengalaman baru yang mer
eka dapatkan. Selama ini anak-anak sangat kurang sekali interaksinya dengan alam, sehingga waktu mereka bersentuhan dengan tanah, bibit dan memanen sayur itu merupakan pengalaman yg sangat berharga bagi mereka.

Betapa terkagum kagum nya anak-anak melihat proses pertumbuhan sayuran pakcoy, bayam dan kangkung yg dalam waktu 4 minggu sudah bisa dipanen. Dan begitu antusiasnya anak-anak mencabuti gulma agar pertumbuhan sayuran tida
k terganggu.

Dalam kegiatan ini. saya hanya berharap anak-anak bisa mencintai tanaman dan lebih menghargai para petani yg sudah susah payah merawat tanaman-tanaman yg kita konsumsi.


Tidak lupa saya berharap, anak-anak lebih dekat kepada sang Pencipta yang telah anugerahkan kemurahan alam ini kepada kita semua.

Ayo anak-anakku semangat berkebun, kita tanam biji-bijian dan kita tumbuhkan tanaman di negeri kita tercinta ini.



5 komentar:

Unknown mengatakan...

Berkebun memang kegiatan yang menyenangkan, mencintai bumi, makhluk hidup hayati, dan melatih olah rasa terhadap anugerah ilahi.

Akhmad mengatakan...

Betul sekali pak, menjadikan kita lebih dekat dan lebih mensyukuri nikmat dari Sang pncipta.

Rita Puspita mengatakan...

Wah...seneng liatnya nih pa akhmad. Anak2 dan ibu2nya pada semangat ya... Monggo mampir ke blog sy di http://bunda2bunga.blogspot.com
(baru belajar bikin)

Akhmad mengatakan...

@rita : trimakasih bu, saya sudah kunjungi blognya. Trimakasih info resep masakannya.
salam untuk keluarga

ANANDA NGOCOL mengatakan...

pak maaf saya bisa minta no hp bp yg bisa dihub.
saya pgn blajar nanem