free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Rabu, 14 Januari 2009

Bisbul (Diospyros blancoi A. DC)

Buah bisbul ini saya lihat dan dapatkan di Bogor. Buahnya mirip kesemek dengan bulu-bulu halus coklat. Rasanya manis dan kesat seperti mentega sehingga sebagian orang menyebutnya buah mentega atau saya lebih senang menyebutnya Misbul (amis/manis dan berbulu).

Pertama melihatnya terasa aneh (karena bulu lembutnya itu lho), tetapi setelah menikmatinya langsung ketagihan.

Wah ini buah eksotis....sayang kalau punah.

Berburu pohonnyapun dimulai.....
Disetiap penangkar saya tanyakan pohon buah ini..dan saya tinggalkan no telepon saya kalau ada yang punya pohon buah ini minta ditelepon.
Hampir putus asa mendapatkannya...Alhamdulillah akhirnya ketemu juga pohon buah ini di Bandung di pedagang pohon langganan saya.
Kini pohon ini sudah menjadi penghuni kebun saya, lihat saja dia tumbuh subur.
Entah berapa lama lagi dia berbuah, saya akan sabar menunggunya. Semoga saja bisa menikmati buahnya.

Pengin tahu pohon dan buahnya ? lihat saja foto-foto ini.


(Pohon Bisbul)



(ini dia buahnya Coklat dan berbulu halus)

Pengin menanamnya ? caranya mudah hampir sama dengan tanaman buah lainnya. Pohon ini tumbuh dengan baik di daerah beriklim muson, pada berbagai jenis tanah sampai dengan ketinggian 800 m dpl.
Pohon ini berbatang lurus, dengan diameter hingga 50 cm atau lebih di pangkal batang, bercabang kurang lebih mendatar dan bertingkat, dengan tajuk keseluruhan berbentuk kerucut yang lebat dan rapat daun-daunnya.
Selamat menanam pohon ini sehingga kita termasuk yang melestarikan pohon ini.

Kamis, 08 Januari 2009

Abiu (Pouteria caimito)

Pohon buah Abiu memiliki banyak kesamaan dengan sawo duren (Chrysophyllum cainito). Dari ukuran, bentuk, dan tekstur daging buah abiu, memang mirip kenitu-sebutan sawo duren di Jawa. Dagingnya sama-sama berwarna putih susu dan kulitnya mengkilap. Perbedaannya antara lain dari bentuk tajuk. Abiu bertajuk piramid sedangkan sawo duren membulat.

Abiu masuk kerabat sawo-sawoan, pohon ini memiliki karakter yang mirip dengan para kerabatnya. Pohon berkayu itu mampu mencapai tinggi 15 meter. Buahnya yang berbentuk lonjong sampai membulat berukuran panjang 6-12 cm dengan bobot 300-700 g. Buah abiu ada yang ujungnya bulat, ada pula yang lancip membentuk nipple.

Buah Abiu adaptif di iklim tropis dan subtropis itu tumbuh subur mulai dari dataran rendah seperti Jakarta sampai dataran tinggi. Cepat berbuah adalah salah satu keistimewaan utama abiu dibanding keluarga Sapotaceae lainnya. Umur 2 tahun, tanaman asal biji mulai bebunga. Dua bulan kemudian, bunga menjadi buah berwarna hijau dan berangsur kuning cerah kala masak.

Rasanya ...wah..mak nyuus...segar dan manis membuat orang yang mencecapnya tak cepat puas. Jika digambarkan rasanya seperti krim lembut paduan susu dan karamel dengan aroma segar. Karena daging buahnya yang lembek, abiu biasa dimakan dengan dibelah melintang maupun membujur, lalu daging buahnya disendok.

Kabarnya pohon ini dari Australia, tetapi sekarang ini mudah mendapatkannya. Datang saja ke taman buah Mekarsari. Di counter tanaman buah buah ini bisa dibeli.
Selamat menanam dan tunggu 2 atau 3 tahun Insya Allah akan berbuah. Tidak usah harus menunggu cucu yg menikmati, kita yang menanamnya Insya Allah juga bisa menikmatinya.

Sumber : http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=5&artid=952
Foto : Dokumen pribadi

Jamblang (Syzygium cumini)

Buah jamblang atau duwet ini termasuk sudah langka. Saya ingat waktu kecil pohon ini tumbuh dekat rumah dan setiap berbuah kita ramai-ramai memanennya. Buah ini agak asem dan sepat, sehingga perlu ditambah gula atau garam untuk memakannya.
Waduh jadi ngiler kalau ingat buah ini...Buah ini enak juga untuk dirujak...

Sayang kalau buah ini punah...Ditanam lagi yuuk...
Mudah kok mendapatkan bibitnya. Saya dapatkan bibitnya di Rajagaluh Majalengka. Saya lihat di toko trubus pernah dijual dan dibeberapa pengkar buah juga menjual pohon jamblang ini.
Lumayan kalau ada koleksi buah ini, bisa untuk menyenangkan anak-anak nanti juga memberi makan burung-burung di kebun.

Dari beberapa literatur kabarnya bagian tumbuhan juga dipergunakan sebagai bahan obat, tradisional maupun modern. Kulit batang, daun, buah dan bijinya acapkali digunakan sebagai obat kencing manis, murus (diare), dan beberapa penyakit lain. Bahkan simplisia dari kulit batang (dikenal sebagai Syzygii cortex) dan biji jamblang (disebut Syzygii semen) dahulu dianjurkan sebagai sediaan apotik yang tidak wajib. Di samping tanin, bahan aktif yang dikandungnya antara lain adalah glukosida yambolin (jamboline). [1] [4]

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jamblang#Pemerian_botanis

Manggis Putih (Garcinia mangostana)


Manggis Eksotis ini tumbuh dengan usia rata-rata 200-an tahun. Manggis ini tumbuh berjejer rapi di Taman Narmada maupun Taman Lingsar konon merupakan peninggalan Raja Anak Agung Gde Ngurah Karang Asem, Bali yang sekitar abad ke 18 pernah berkuasa di Lombok.

Kekhasan manggis Lingsar-Narmada diakui Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman pangan dan Holtikultura, Ir Achmad Sarjana, M.Si. Ukuran manggis ini relatif besar dan seragam bila dibandingkan dengan manggis lain semacam Kaligesing yang merupakan varietas unggul nasional dengan tebal hanya 100-125 g ram per buah. Karena itu wajar di pasaran harga manggis Lingsar-Narmada berkisar Rp. 7.500 -12.500 ribu per kilogramnya.

Manggis ini menurut para pekebun di Narmada Mataram, masa panennya bisa hingga empat bulan yakni antara bulan November dan Februari. Hasil panennya (yang berusia tua) bisa mencapai 5000 -600 buah setahun dengan bobot total 600 - 700 kg.

Masih sulit mendapatkan bibit manggis putih ini, beberapa kali saya kunjungi pameran dan penangkar buah mereka belum memilikinya. Alhamdulillah dari seorang kenalan di Agromania saya mendapatkan pohon manggis putih ini. Alhamdulillah bertambah satu koleksi pohon buah saya..... Semoga terus tumbuh dan dapat menjadi pohon induk untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kekayaan tanaman buah Indonesia.

Sumber : http://www.lombokbaratkab.go.id/index/articleview.php?go=2
Foto dari trubus


Rabu, 26 Maret 2008

Bunga Bungur (Langerstroemia flos-reginae Retz)

Bunga Bungur banyak kita lihat di jalan-jalan utama dan taman-taman kota. Saya juga lihat ditanam di ruang tunggu Bandara Sukarno Hatta.

Saya perhatikan ..indah sekali bunga ini ..coba kita lihat....rasanya tidak kalah dengan bunga sakura.
Warna bunga bungur ini bervariasi, ada yang berwarna putih, ungu, ungu kemerah-merahan. Bijinya lucu, bulat-bulat seperti buah kelengkeng.

Hebatnya lagi tanaman ini banyak khasiatnya. Biji dan daun bungur dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sedangkan kulit batang untuk mengobati diare, disentri, dan kencing nanah.
Orang Filipina menggunakan ramuan tradisional dari daun bungur untuk mengobati DM/ Penyakit gula darah.

Bagi yg ingin menanam,
agar tumbuh baik, bungur membutuhkan banyak cahaya matahari. Bungur termasuk tanaman yang bandel terhadap kekeringan. Bahkan, tanaman ini akan berbunga selama musim kemarau.

Jumat, 14 Maret 2008

Bunga Sakura Tumbuh dan Berbunga di Selorejo Malang

(Bunga Sakura/Prunus Serrulata)

TEMPO Interaktif, Malang:Bunga Sakura, kembang khas negeri Jepang yang pohonnya rindang dan bunganya elok, ternyata juga tumbuh di Malang, Jawa Timur.

Bunga langka ini tumbuh di Bendungan Selorejo, Desa Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Bunga yang mempunyai nama latin Prunus Serrulata sekarang tumbuh dan berbunga lebat. Jumlahnya baru enam buah.

"Ditanam oleh salah satu konsultan Jepang yang membangun bendungan itu," kata Sekretaris Jasa Tirta I Kota Malang, Harianto, kemarin.

Menurut Harianto, untuk menjaga kelestarian bunga tersebut, Jasa Tirta mengembangbiakkan melalui stek, cangkok dan biji. "Pembiakan yang berhasil ternyata melalui biji," ujarnya.

Harianto menjelaskan, jika sekarang laboratorium Kultur Jaringan Perum Jasa Tirta sudah berhasil
mengembangkan biakan bibit sakura sebanyak 25 bibit.
Bibit ini membutuhkan waktu dua bulan untuk perkecambahan. Bunga ini rencananya akan ditanam di sejumlah kantor Divisi Jasa Tirta Kota Malang.

Sumber : Tempo Interaktif

Catatan :
Saya pernah melihat bunga Sakura ini juga tumbuh Taman Bunga Nusantara tepatnya di taman jepang, tapi sayang waktu itu belum berbunga.
Ingin tahu mendapatkan bibit bunga sakura dan berita tentang sakura di Indonesia ? buka di link blok ini.

Minggu, 17 Februari 2008

Perangkap Lalat Buah

Musuh utama tanaman buah adalah lalat buah. Buah yang kita harapkan berbuah ranum tanpa cacat tiba-tiba harus busuk oleh lalat buah. Tidak........
Apalagi kalau buah jambu, jeruk, pamelo dll ini sasaran empuk lalat buah.
Ada berbagai upaya dilakukan petani untuk membrantas lalat buah, umumnya mereka gunakan insektisida.
Wah ini membahayakan bagi kesehatan, karena buahnya khan langsung dimakan.

Cara yang aman dan cukup efektif gunakan perangkap lalat buah.
Contohnya bisa dilihat di foto.


(Contoh perangkap lalat buah di kebun saya)

Prinsip kerja perangkap lalat buah ini adalah memikat lalat buah agar masuk ke dalam perangkap. Minyak atraktan dari metil eugenol (banyak di jual di toko pertanian) diteteskan ke kapas kemudian ditempatkan di dalam botol.
Lihat saja hasilnya.....
Lalat buah akan masuk, lengket atau tenggelam di dalam botol dan akhirnya mati.

Alat perangkapnya sederhana saja.
Buat dari botol aqua, kemudian potong ujungnya dan dipasang terbalik mirip corong agar lalat buah mudah masuk dan sulit untuk keluar lagi.

Atraktan metil eugenol banyak di jual di toko pertanian seperti merk Ocimol, melanol dll.
Atau bisa dibuat sendiri dari bahan pohon-pohon penghasil metil eugenol seperti melaleuca spp (kayu putih, teh pohon, daun wangi), daun selasih atau bunga cengkeh.

Metil eugenol ini mengeluarkan aroma wangi yang dibutuhkan lalat buah jantan, sehingga lalat buah jantan dari jarak 20 - 10 m akan teratrik masuk perangkap. Kalau lalat buah jantannya terperangkap, artinya populasi lalt buah bisa diminimallisir.

Selamat mencoba... dan tinggalkan pestisida untuk menjaga kesehatan pengkonsumsi buah.